
Film Ayat-ayat Cinta langsung melambungkan nama Carissa Putri, pemeran Maria Girgis, istri ke-2 Fahri. Setelah menguras air mata penonton lewat film fenomenal dari segi jumlah pentonton itu, Carissa siap mengundang tawa di film berikutnya.
Dia sedang menyelesaikan syuting film komedi bertajuk Tarix Jabrix. Kesuksesan Carissa memerankan Maria, meski menjadi beban, tak membuatnya terpaku pada satu karakter. Karena itu dia menerima tawaran main film komedi. ''Saya ingin mengasah akting. Buat pengalaman, nggak ada salahnya."
Semula Carissa tak yakin bakal lolos kasting Ayat-ayat Cinta. ''Saat pertama menerima skrip, saya membatin, berat banget ini film,'' kata dara yang main dalam sinetron Siti Nurbaya, Jangan Pisahkan Aku, 1 Bunga 4 Kumbang, Anggun, Hikmah 3, dan I Love U Bos ini.
Saat terpilih, dia senang karena diplot memerankan tokoh Aisha, perempuan bercadar, cerdas, solihah, dan kaya. ''Saya langsung membaca novelnya untuk perbandingan dan mengenal karakter." Namun setelah reading 1,5 bulan, Hanung Bramantyo sang sutradara memutuskan Carissa bertukar peran dengan Rianti: menjadi Maria, penganut Kristen Koptik yang berperilaku sangat islami, bahkan hafal surat Maryam dan Al-Maidah.
Kecewa? ''Tidak. Hanya bingung, karena yang saya pelajari sejak awal karakter Aisha. Untung Rianti dan Mas Hanung banyak membantu,'' katanya. Pertukaran peran terjadi, karena menurut Hanung wajah dara kelahiran Frankfrut, 12 September 1984 ini terlalu belia untuk peran Aisha.
Carissa lebih dari tiga kali menyaksikan Ayat-ayat Cinta. Dan selalu menangis ''Paling sedih menonton adegan saat Maria menjelang ajal,'' katanya menyebut tokoh Maria sakit karena depresi cinta. ''Saya pernah sakit hati. Tapi kalau karena cinta, terus depresi, sakit dan meninggal, waduh, ngeri banget.''
Di luar popularitas, Carissa mendapat banyak pelajaran tentang Islam. Dia yang selama ini berpikiran poligami dekat dengan nafsu, kecantikan, dan dunia, jadi punya pandangan berbeda. Dia belajar tentang arti cinta dan ikhlas. ''Tapi saya tidak bisa membayangkan kalau harus hidup sebagai istri kedua seperti Maria."
Saat syuting, perasaan ''sakit'' dan ''cemburu'' kerap mendera. ''Karena terhanyut karakter, kalau lihat Rianti dan Fedi beradegan mesra, jadi gimana gitu,'' kata bungsu dari dua bersaudara anak pasangan Ris Isa Soelaiman dan Lily SP ini.
Belakangan Carissa tahu, Rianti merasakan hal yang sama. ''Rianti bilang begini, gue kalau liat lo deket sama Fedi, suka sebel.'' Perasaan ''saling cemburu'' itu hilang ketika proses produksi Ayat-ayat Cinta selesai.
Carissa kini sibuk dengan kegiatan baru seperti promo film di berbagai kota, wawancara, dan foto. ''Saya berusaha tak membatasi diri. Namun saya juga tak mau pakai aji mumpung. Saya ingin kerja maksimal. Satu-satu saja,'' kata Carissa.
Dia bahagia, ibu-ibu di majelis taklim sayang padanya karena simpati pada Maria. ''Kalau ada yang bilang saya main bagus, alhamdulillah. Dan ternyata, film yang tak mengekspos seks dan hantu bisa menyedot jutaan penonton."
Sejak remaja, Carissa ingin jadi aktris. Namun dia mengerem keinginan karena sang mama melarangnya menjadi bintang akting sebelum lulus dari FISIP Universitas Pelita Harapan Jakarta.
''Saya menuruti saja. Selama kuliah, tak ada tawaran film dan sinetron yang saya ambil. Sayang sebenarnya. Bagi Mama, pendidikan nomor satu. Bisa dimengerti sih."
Meski akting bukan sesuatu yang baru, karena Lily SP aktris terkenal era 80-an dan masih aktif di beberapa judul film seperti Legenda Sundel Bolong (2007), tak mudah bagi Carissa masuk ke pentas akting. Dia beberapa kali gagal saat kasting. Titik cerah terlihat ketika sebuah rumah produksi menawari dia menjadi pemeran pembantu dalam sinetron Siti Nurbaya.
Ah ya, Carissa sangat mnegagumi sang mama. ''Selain ibu, beliau juga guru akting saya. Saya ingin jadi seperti Mama. Dia mengabdikan hidup untuk anak-anaknya.''






Tidak ada komentar:
Posting Komentar