PERSONAL PROFILE


JAGA ETIKA
Asmirandah



HANYA sinetron yang semuanya serba mungkin. Termasuk kehadiran sopir bajaj cantik berkulit tetap putih bersih meski berkeringat dan diterpa debu. Sopir bajaj itu bernama Anggrek dalam Hingga Akhir Waktu yang tayang stripping di RCTI. Pemerannya, Asmirandah, gadis belia yang biasanya tampil dalam karakter manja dan judes.

Dari bajaj, Andah (panggilan akrab Asmirandah) menjajal motor balap lewat peran sebagai gadis pembalap di layar kaca. Dia sedang menyelesaikan film perdana, Liar, garapan Rudi Soedjarwo. "Di film itu saya berperan sebagai Tety," katanya.

Beda dari karakter sopir bajaj yang gampang di urusan kostum, sebagai pembalap, Andah harus tahan gerah. "Kostumnya membungkus seluruh tubuh, berat lagi. Jadilah jalan saya kayak robot."

Sayang, meski berperan sebagai pembalap, Andah tidak diberi izin mengendarai sendiri motor balap. Scene dia naik motor dilakukan pemeran pengganti. "Nama stuntman-nya Ahmad Jayadi. Dia pembalap motor nasional. Saya memang nggak mungkin mengendarai motor balap yang berat banget itu," jelas dara yang gemar naik motor ini.

Meski kurang sempurna karena tak merasakan akting naik motor, lewat film perdana itu, dia menemukan banyak pengalaman baru.

Dara kelahiran Jakarta 5 Oktober 1989 ini mengawali kiprah di pentas akting lewat sinetron Inikah Rasanya dan Cinta SMU 2. Disusul sinetron Kawin Gantung, Arti Cinta, Maha Kasih, Maha Kasih 2, Kau Masih Kekasihku, Wulan, Surga-Mu, Baby Doll, Melodi, Aisyah, Nona Dewa, dan Hingga Akhir Waktu. Dia juga membintangi iklan deodoran, cokelat, dan sepeda motor.

Popularitas membuat Andah harus membayar dengan kebebasan yang terbelenggu. Dia tak bisa lagi seenaknya, berjalan tanpa berdandan lebih rapi. Kebiasaan pakai sendal jepit juga mulai dia tinggalkan. Namun Andah menyadari semua itu sebagai konsekuensi pekerjaan. "Saya berusaha tak terbebani popularitas, saya menjalaninya dengan senang hati. Tapi bagaimanapun, saya harus tetap jaga etika. Dulu bebas ngapain aja, sekarang mesti menjaga sikap dan penampilan. Satu hal yang tak berubah: menjadi diri sendiri. Saya juga tetap ingin tersenyum dengan siapa saja."

Popularitas bukan tujuan hidup Andah. Kalaupun diminta memilih, dia tak ingin terkenal. Dan jika popularitas diidentikkan dengan pergaulan bebas, Andah mengembalikan semua pada pribadi masing-masing. "Saya bukan tipe orang yang senang keluar malam. Soal pergaulan bebas, tergantung orangnya, tak harus populer dulu."

Ada hal yang membuat Andah bahagia saat para penggemar sudah bisa membedakan antara peran dan dirinya yang asli. "Banyak orang yang memanggil saya dengan nama Asmirandah, bukan nama di sinetron. Saya senang."

Hubungan gadis ini dengan sang mama begitu dekat. Bahkan dia berkesan sangat manja. "Sebenarnya bukan manja, tapi namanya anak, wajar kalau dimanja orang tua karena memang saya senang diperhatikan."

Usia yang terus merambat membuat Andah yang hobi memelihara anjing berusaha menjadi pribadi yang dewasa. "Sedikit demi sedikit saya hilangkan kebiasaan ngambek dan marah-marah. Saya ingin lebih bisa mengontrol diri."
(DAM/38)

Tidak ada komentar: